Selasa, 16 Maret 2010

EVALUASI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

EVALUASI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

A. Pendahuluan
Evaluasi dalam penyelenggaran sebuah pendidikan sangat diperlukan karena dapat menjadi alat bantu bagi pendidik untuk meningkatkan mutu pendidikan di dalam kelas. Namun seringkali pelaksanaan evaluasi dalam sebuah program pendidikan hanya dijadikan formalitas, sekedar memenuhi aturan kedinasan atau menjawab keingintahuan orangtua akan perkembangan anaknya.
Pada tataran aplikasi, masih dijumpai guru yang memberikan nilai untuk anak didiknya yang masih berada dalam rentang usia dini, yakni 0-6 tahun seperti layaknya memberikan nilai untuk anak usia Sekolah Dasar, tanpa mengindahkan sisi efek kegunaan nilai dan psikologis sang anak.
Pada anak usia dini, pelaksanaan evaluasi membutuhkan kerjasama multidisipliner untuk mendapatkan informasi perkembangan dan belajar anak yang akurat, sehingga dapat diberikan layanan yang tepat. Karena pada hakikatnya PAUD adalah ilmu multi dan interdisipliner artinya tersusun oleh banyak disiplin ilmu yang saling terkait, seperti Ilmu Psikologi Perkembangan, Ilmu Pendidikan, Neurosains, Ilmu Bahasa, Ilmu Seni, Ilmu Gizi, Ilmu Biologi Perkembangan Anak dan ilmu lain yang saling terkait dan terintegrasi untuk menyelesaikan permasalahan PAUD. Oleh karenanya amat penting bagi guru untuk berusaha memahami seluk beluk evaluasi demi tercapainya tujuan pendidikan yang sesungguhnya.

B. Pengertian Evaluasi
Evaluasi dapat diartikan sebagai penilaian terhadap tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam sebuah program. Soemiarti mengutip pendapat Brewer menyebutkan bahwa penilaian adalah penggunaan sistem evaluasi yang bersifat komprehensif untuk menentukan kualitas suatu program atau kemajuan seorang anak.
Pendidikan yang diberikan pada anak usia dini seyogyanya lebih kepada upaya optimalisasi perkembangan anak sesuai dengan standar yang ditetapkan. Dalam hal ini setiap anak dengan segala keunikannya tentu mempunyai perkembangan yang tidak selalu sama.
Secara garis besar alat atau teknik evaluasi digolongkan menjadi 2 macam, yakni tes dan non tes. Untuk mengetahui perkembangan anak usia dini, asesmen lebih banyak digunakan daripada evaluasi, karena pola perkembangan anak masih bersifat sederhana. Anak banyak menghabiskan waktu untuk bermain bersama orang dewasa atau anak lainnya. Sehingga untuk dapat memotret dan mendiskripsikan perkembangan anak dengan tepat dibutuhkan suasana alami dan tidak memaksa anak. Lara Fridani mengutip pendapat Goodwin dan Goodwin yang mengartikan asesmen atau pengukuran sebagai suatu proses untuk menentukan (melalui observasi dan tes) trait atau perilaku seseorang, karakteristik suatu program dan selanjutnya memberikan penilaian terhadap penentuan tersebut.
Asesmen merupakan bagian program pendidikan anak, baik anak yang berkembang secara normal maupun yang berkebutuhan khusus. Ia merupakan proses mendokumentasi keterampilan dan perkembangan anak. Asesmen mengukur level perkembangan anak dan memberi indikasi tahap perkembangan anak selanjutnya. Jadi asesmen tidak sekedar mengukur, mengurutkan rangking ataupun mengelompokkan anak dalam kategori tertentu. Ada empat proses yang terjadi dalam pelaksanaan asasemen, yakni:
1. Menentukan kebutuhan anak dan menentukan tujuan asesmen
2. Mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif dengan metode yang tepat
3. Memproses informasi yang bermanfaat untuk melakukan penilaian
4. Membuat keputusan (judgment) profesional

C. Asesmen Perkembangan
Asesmen perkembangan dibedakan menjadi asesmen formal dan informal, untuk melaksanakannya, ada dua strategi yang dapat digunakan, yakni:
1. Asesmen Formal Asesmen ini menggunakan tes standar sebagai strateginya, tes ini dirancang khusus untuk mengukur karakteristik individual seperti mengukur kemampuan, prestasi, minat atau karakteristik kepribadian anak. Misalnya: Tes psikologis untuk bayi atau balita dan tes untuk anak pra sekolah seperti;
• Hannah/Gardner Preschool Language test: fokus pada tugas perkembangan visual, auditory, motorik dan konsep untuk usia 3-5 tahun.
• Carolina Development Profile: usia 2-5 tahun, mengukur perkembangan motorik perceptual, penalaran dan bahasa.
• IOWA Test of Preschool Development: usia 2-5 tahun, tes prestasi pra sekolah, mengukur kesiapan bahasa, visual motor, memori dan konsep.
• Minnesota Child Development Inventory: usia 1-6 tahun, mengukur perkembangan anak pra sekolah.
• Pre Kindergarten Scale: skala rating observer, mengukur keterampilan kognitif, kontrol diri, kemandirian dan hubungan sosial.
2. Strategi asesmen informal, meliputi: observasi, pengukuran yang dirancang guru (teacher-designed measure), check list perkembangan, skala rating, rubrik, performansi dan asesmen portofolio dan asesmen berdasarkan teknologi.
Pengumpulan data dalam pelaksanaan asesmen dapat dilakukan dengan cara observasi, konferensi dengan guru, survey, interview dengan orang tua, hasil kerja anak dan sebagainya.

C. Observasi
Observasi adalah suatu cara untuk mendapatkan keterangan mengenai situasi dengan melihat dan mendengar apa yang terjadi kemudian dicatat secara cermat. Observasi juga merupakan pencatatan indikator perkembangan anak dalam kondisi natural. Di dalamnya memuat proses observasi yang terdiri dari tiga komponen: pengamatan (observing), mendokumentasikan hal yang kita amati dengan berbagai cara (recording) dan merefleksikan makna hal yang kita observasi (interpreting).
Kegiatan observasi dapat dilaksanakan dalam berbagai situasi seperti kegiatan di dalam dan di luar kelas, diskusi/kerja kelompok, tanya jawab, menonton film/video, inisiatif anak membantu teman/guru, persentasi lisan (penggunaan kosa kata, organisasi kalimat, kontak mata atau konsentrasi), spontanitas berinteraksi (keterampilan motorik atau ide melakukan kegiatan), waktu bebas, istirahat (waktu makan, pilihan aktivitas, kuantitas waktu yang digunakan dalam beraktivitas meupun berinteraksi dengan teman), posisi fisik anak saat duduk (membaca, menulis dan lain-lain).
Pelaksanaan observasi juga harus mempertimbangkan alat dan teknik yang digunakan sesuai dengan tujuan observasi, untuk memperjelas lihat tabel berikut:
Tujuan Pengumpulan Data Teknik Yang Digunakan
Membuat catatan yang bagus dan lengkap tentang aktivitas anak Running Record, videotape
Mencatat perilaku atau interaksi dan prestasi anak berdasarkan tujuan Catatan anekdot; foto dan komentar
Mencatat intensitas terjadinya perilaku tertentu Time Sampling
Memahami sebab dan waktu terjadinya perilaku tertentu Event Sample
Mengumpulkan informasi tentang minat bermain anak, kemajuan individual, penggunaan peralatan/media tertentu Checklist
Mengevaluasi kemampuan anak dalam mencapai tujuan Skala Rating
Membandingkan pemahaman anak yang berbeda tentang suatu konsep yang spesifik Interview
Mendokumentasikan secara tepat dan akurat tentang hal-hal yang sulit dijelaskan Foto dan Komentar; Videotape
Mendokumentasikan gerakan, bahasa atau interaksi maupun kemampuan lain seperti keterampilan musik untuk dapat diperlihatkan /dicontoh oleh anak lain Running Record; Videotape atau audio recording

Contoh hasil observasi dengan teknik yang berbeda-beda:

1. Running Record
Running record digunakan berdasarkan fakta, secara detil, kejadian ditulis dalam waktu cepat. Aksi digambarkan, dicatat dan dicatat setepat mungkin. Komentar atau interpretasi ditulis secara terpisah dari kejadian yang sesungguhnya.
Nama Anak: Zain
Tanggal : 20 Desember 2008
Lokasi : Taman Bermain
Waktu Kejadian Komentar
8.20 Zain memperhatikan teman-temanya berkejar-kejaran Zain tertarik untuk ikut berkejaran dengan teman
8.25 Zain memanggil Zuhdy “Sedang main apa?” Zuhdy menjawab, “Sedang merebut bola. Aku tadi bias mengambil bola yang dibawa lari Zaky”. Zain berkata, “Aku juga bias lari cepat”. Zain senang berlari cepat

2. Anekdot
Anekdot adalah catatan singkat tentang kejadian-kejadian yang spesifik. Memberikan informasi factual tentang apa, kapan, di mana, pendorong terjadinya hal tersebut, reaksi anak dan penyelesaiannya.
Tanggal Nama Siswa Komentar
1 Januari 2008 Zaky Tidak mau bernyanyi bersama – alas an sakit kepala
2 Januari 2008 Zuhdi Berlarian terus mengelilingi kelas

3. Time Sampling
Teknik ini digunakan untuk membantu mengetahui berapa kali sebuah perilaku muncul.
Nama Anak: Reyhan, Raka, Zaky
Target: # menunjukkan interaksi positif x menunjukkan interaksi negative
0 Tidak ada interaksi * Mengawali interaksi
Tanggal: 24 Oktober 2007
15 menit sample waktu Reyhan Raka Zaky
0-3 menit # * # 0 # #
3-6 menit # x # # * x # #
6-9 menit x * # # * x # * 0 # *
Dst


4. Narasi Guru
Catatan harian merupakan kesan-kesan tentang perorangan maupun kelompok yang dicatat setiap akhir kegiatan.
Kegiatan bermain balok hari ini tidak berjalan dengan lancar. Beberapa anak ribut, memperebutkan balok ukuran besar untuk merangkai mobil-mobilan. Farel merebut balok dari Fayad dan Fayad menendang rangkaian balok yang disusun Farel. Kesabaran sangat diperlukan guru agar tidak terlibat keributan bersama anak-anak.

5. Check List
Ceklis perkembangan merupakan daftar indikator perkembangan anak dalam aspek-aspek tertentu dan tentu saja terdapat jenjang usia, level perkembangan atau area perkembangan.
Nama Anak………………………… Umur…………
Observer……………………………. Tgl…………….
Intruksi: Masukkan tanggal dimana Anda pertama kali mengamati perilaku dibawah ini.
…../…../….. melukis dengan menggerakkan seluruh lengan
…../…../….. memotong dengan gunting

Atau:
No Aspek Ya Tidak
1 Aspek perkembangan bahasa
Menggunakan bahasa yang dapat dipahami
Mengucapkan puji-pujian kepada Allah secara spontan
Banyak berbicara saat melalukan aktivitas
Dan-lain-lain
2 Aspek motorik kasar
Berlari
Meniti papan keseimbangan
Bermain jungkit-jungkit
Dan lain-lain

6. Skala Rating
Strategi ini hampir sama dengan ceklis perkembangan namun dibuat menurut tingkatan keberadaan perkembangan anak seperti garis kontinum.
Nama Anak……………………………… Umur…………….
Observer………………………………… Tgl……………………..
Tunjukkan tingkat kesuksesan anak dengan memberikan tanda pada skala yang menunjukkan tingkat kemampuan anak saat ini.
Mengecat dengan semua jari bergerak
Dikerjakan dengan mudah (Easily)
………………. Kadang-kadang mudah (Somewhat easily)
………………… Dikerjakan namun masih kesulitan (With Difficulty)
…………………… Belum mampu (Not Able To Do)
…………………

7. Asesmen Portofolio
Asesmen portofolio merupakan kumpulan hasil kerja anak dari waktu ke waktu dan laporan singkat tentang aspek perkembangannya serta pameran hasil karya terbaik anak.
Latar belakang informasi
Tanggal lahir anak: Tanggal masuk sekolah:
Bahasa yang digunakan sehari-hari: Daerah Asal:
Bukti perkembangan fisik dan kesehatan: Observasi, foto, hasil karya yang menunjukkan…
Berat dan tinggi badan dibandingkan anak seusianya Makanan yang disukai:
Rutinitas toileting Rentang waktu istirahat
Aktivitas motorik kasar Aktivitas motorik halus
Aktivitas sensori Cara menulis
Bukti perkembangan kognitif dan bahasa: observasi, foto, hasil karya, pencatatan perekaman yang menunjukkan…
Membaca atau menulis Kumpulan catatan atau cerita Contoh tulisan
Menyimak cerita Bercerita dan berbicara Komunikasi dengan teman
Selain teknik tersebut ada beberapa teknik yang juga dapat digunakan yakni:
1. Teacher-designed measure. Dalam strategi ini guru menggunakan tugas secara konkret untuk anak usia dini atau tes lisan untuk informal asesmen bagi anak. Penggunaan kertas dan pensil dalam teknik ini harus diposisikan sedemikian rupa untuk memberikan kenyamanan pada anak.
2. Rubric. Dikembangkan untuk mengevaluasi asesmen otentik asesmen tampilan.
3. Asesmen berbasis teknologi. Pada teknik ini bisa digunakan software, internet atau Electronic Management of Learning (EML) sebagai sumber laporan kemajuan perkembangan kemampuan anak.
4. Daftar periksa pengamatan guru adalah sebuah daftar periksa pengamatan mengenai perilaku spesifik untuk diamati.
5. Asesmen decoding. Decoding adalah catatan hasil observasi kegiatan anak pada waktu tertentu dengan memberikan tanda/kode aspek perkembangan tertentu yang terlihat pada deskripsi observasi. Kemudian dibuat kesimpulan dan umpan balik yang dilakukan.

D. Asesmen Perkembangan Anak Usia Dini
Evaluasi pada pendidikan anak di usia dini sesungguhnya lebih pada upaya untuk melihat sejauh mana perkembangan yang telah dicapai oleh anak. Perkembangan anak usia dini meliputi perkembangan fisik motorik, kognitif, bahasa dan sosial emosional. Oleh karenya indikator perkembangan anak dirumuskan dengan melihat tahapan perkembangan anak tersebut.
Langkah-langkah penyusunan instrumen:
1. Mengidentifikasi variabel adalah segala sesuatu yang memiliki variasi nilai. Dalam hal ini, yang menjadi variabel adalah aspek perkembangan kognitif, fisik motorik, bahasa dan sosial emosional.
2. Menganalisa teori adalah mencari, mendeskripsikan, menyintesiskan teori-teori yang berkaitan dengan perkembangan kognitif, fisik motorik, bahasa dan sosial emosional.
3. Menyusun konstruk adalah mendefenisikan aspek perkembangan kognitif, fisik motorik, bahasa dan sosial emosional secara konseptual
4. Menyusun defenisi operasional adalah mendefenisikan aspek perkembangan kognitif, fisik motorik, bahasa dan sosial emosional secara operasional atau dapat diukur
5. Menentukan dimensi dan atau indikator perkembangan kognitif, fisik motorik, bahasa dan sosial emosional berdasarkan teori yang sudah dianalis-sintesiskan
6. Menyusun kisi-kisi instrumen (Blue Print) dalam tabel yang terdiri dari kode, aspek, indikator, sub indikator, pertanyaan/pernyataan, jumlah item.
7. Menyusun butir-butir instrumen berdasarkan pada pemilihan teknik pengumpulan data yang akan digunakan, misalnya observasi, angket, tes tertulis, wawancara dan lain-lain.
Anak berkembang dengan sangat pesat sehingga pengumpulan data instrumen perkembangan anak lebih banyak menggunakan teknik observasi yang lebih menekankan pada proses, individual dan bersifat kualitataif. Berikut beberapa metode yang digunakan dalam teknik observasi:
Metode Defenisi Penggunaan untuk pencatatan
Daftar nama
(Class List Log) Pencatatan nama pertama anak, khusus untuk informasi masing-masing anak dikelas 1. Menyesuaikan kegiatan rutin
2. Menjaga diri (self care)
3. Perkembangan fisik
4. Tahapan perkembangan sosial
5. Kejelasan artikulasi berbicara
6. Konsep dasar math/science
7. Untuk literacy
8. Pilihan (frekuensi) dalam kegiatan berpusat pada anak
Jurnal Refleksi (Reflective Journal) Pencatatan dalam diary seseorang yang bersifat pribadi dan terpisah dari catatan anak-anak 1. Berfikir
2. Ekspresi dan emosi
3. Pertanyaan
4. Ujian pribadi
Catatan Anekdot (anecdotal Recording) Pencatatan kejadian secara detail pada satu anak melibatkan latar kejadian, aksi/reaksi, kutipan tepat dan hasil kerja anak 1. Perpisahan dan penyesuaian (kedatangan/pulang)
2. Kemampuan pribadi
3. Perkembangan fisik
4. Perkembangan sosial
5. Perkembangan emosi
6. Bahasa dan bicara
7. Waktu perhatisan dan ketertarikan perkembangan kognitif
8. Literacy
9. Kreativitas
10. Bermain sosiodrama
11. Penyingkapan kenakalan ank-anak
12. Harga diri
Ceklist (Check List) Daftar kriteria penilaian berdasarkan indikator kemampuan, pengetahuan atau tingkah laku yang diberi option ya atau tidak, ada atau tidak ada. Dapat diindikasikan dengan tahapan perkembangan anak dari milestone dan aspek yang dikembangkan 1. Kemampuan menjaga diri (self care)
2. Perkembangan fisik
3. Tahapan perkembangan sosial
4. Tahapan perkembangan emosi
5. Tahapan perkembangan kognitif
6. Kriteria khusus seperti mengetahui warna, ruang mengatur angka
7. Tahapan literacy
8. Tahapan perkembangan kreativitas
9. Tahapan bermain sosiodrama
10. Aspek konsep diri
Perhitungan frekuensi (Frekuensi Count) Pencatatan yang menentukan seringnya laku terjadi dan digunakan untuk membandingkan implementasi strategi kegiatan 1. Frekuensi perpisahan (kedatangan/pulang) kejadian yang sulit/khusus
2. Frekuensi permintaan bantuan
3. Frekuensi kejadian prososial dan antisosial
4. Frekuensi penggunaan bahasa dalam fungsi tertentu
5. Frekuensi pemilihan kegiatan
Wawancara/interview (Conversations or interviews) Pencatatan bahas anak secara verbal dalam interaksinya dengan anak lain dengan tulisan atau alat pendengar 1. Wawancara informal
2. Wawancara memperoleh: pendapat anak tentang penyesuaian diosekolah, tanggung jawab anak, evaluasi diri kemampuan fisik, evaluasi diri pertemanan dan interaksi sosial, evaluasi diri emosi yang sulit
3. Evaluasi bahasa
4. Mengakses perkembangan kognitif
5. Mengakses perkembangan literasi
6. Diskusi pekerjaan atau permainan kreatif
Pencatatan waktu (team sample) Pencatatan kegiatan bermain bebas anak setiap 5 menit dalam setengah jam secara interval dan menyimpulkan gambaran tentang daya tarik kemampuan, fokus perhatian, kegemaran permainan, tahapan permainan sosial anak 1. Kehadiran anak dalam area bermain
2. Permainan terus menerus diarea tersebut
3. Interaksi dengan yang lain dalam area tersebut
4. Kehadiran orang dewasa
Skala Penilaian Kriteria penilaian yang diatur berdasarkan tahapan perkembangan atau kualitas jangkauan yang dicatat sesuai dengan hasil pengamatan 1. Tahapan perkembangan anak
2. Lingkungan yang sesuai
3. Performa guru
Hasil Karya (Work Sample) Koleksi hasil karya anak yang menggambarkan kesimpulan tentang perkembangan, kemampuan dan tingkah laku 1. Perpisahan (kedatangan/kepulangan)
2. Menjaga diri (self care)
3. Perkembangan fisik
4. Kemampuan sosial
5. Perkembangan emosi
6. Perkembangan bahasa dan berbicara
7. Fokus perhatian dan ingatan
8. Pengetahuan matematika dan pengetahuan alam
9. Litersi
10. Kreativitas
11. Identifikasi diri
12. Tingkah laku kelompok
13. Interaksi dengan orang dewasa
Teknologi Kegiatan dalam memfoto, menggunakan audio/vodeo tape 1. Berbagai rangkaian peristiwa
2. Perpisahan dan penyesuaian (kedatangan dan pulang)
3. Kemampuan menjaga diri
4. Perkembangan fisik
5. Perkembangan sosial
6. Perkembangan emosi
7. Bahasa dan bicara
8. Fokus perhatian dan ketertarikan
9. Perkembangan kognitif
10. Literasi
11. Kreativitas
12. Permainan sosiodrama
13. Harga diri (self esteem)
Laporan kekerasan pada anak-anak (Child abuse reporting) Ringkasan, gambaran, catatan darurat, bentuk laporan pernyataan 1. Indikator kekerasan fisik pada anak-anak
2. Indikator anak-anak yang disia-siakan
3. Indikator kekerasan seks pada anak-anak
4. Indikator kekerasan emosi
Program Asesmen Alat untuk mengevaluasi program lingkungan, kurikulum dan adminstrasi, kualifikasi staf dalam interaksinya dengan anak-anak, kecocokan program untuk individu anak 1. Interaksi antara guru dan anak
2. Kurikum
3. Hubungan antara guru dan keluarga
4. Kualifikasi staf dan perkembangan profesionalitas
5. Administrasi
6. Kesehatan dan keamanan
7. Lingkungan
8. Pelayanan gizi dan kesehatan
9. prosedur dan kebijakan yang tepat
Tujuanya adalah untuk membantu/mengetahui perkembangan anak secara umum dalam pengasuhan, berpikir dan tingkat kepercayaannya. Perencanaan ini dapat berjalan sukses mencapai tujuan apabila dilakukan/didukung oleh pengukuran kemajuan, lingkungan atau kurikulum untuk membantu perkembangan anak secara individual, dokumentasi perkembangan anak dan berbagi dengan keluarga.

Landy & Burridge yang dikutip Fridani dalam Evaluasi Anak Usia Dini menyebutkan beberapa tahap asesmen yang harus dipertimbangkan, yakni:
1. Global Assessment: pada tahap ini guru melakukan observasi dan memonitor anak baik dalam situasi formal maupun informal.
2. Screening: tahap ini melibatkan anak dalam tes yang telah distandarisasikan dan memenuhi syarat reliabilitas dan valid.
3. Ongoing Qualitative Assessment: tahap ini melibatkan kegiatan monitoring dan observasi kualitatif yang dilakukan pada area keterampilan yang berbeda.
4. Individual Assessment for the Purpose of Remediation: bila pada observasi global anak didapati mengalami kesulitan maka dilakukan ceklist untuk mencoba menemukan masalah utama.
Setelah diperoleh data, selanjutnya dilakukan analisis. Miles dan Huberman yang dikutip Fridani menjelaskan analisis data instrumen yang bersifat kualitatif menggunakan langkah-langkah berikut:
1. Reduksi data. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, mencari tema dan polanya dan membuang yang tidak perlu.
2. Display data. Penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk tabel, grafik, pie chart, pictogram, uraian singkat, bagan, hubungan antarkategori, lowchart dan sejenisnya
3. Kesimpulan/verifikasi data. Kesimpulan awal yang dikemukakan bersifat sementara dan masih bias berubah apabila ditemukan temuan terbaru dengan bukti yang mendukung.
Laporan evaluasi terhadap anak adalah elemen yang sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar anak prasekolah, beberapa metode yang digunakan dalam penyampaian laporan antara lain adalah rapor/surat keterangan, konferensi, melalui telepon atau pembicaraan santai.



C. Kesimpulan
Untuk mengetahui perkembangan anak usia dini, asesmen dengan menggunakan metode observasi lebih tepat digunakan, karena perkembangan anak usia dini berlangsung dengan sangat cepat, dari sisi mental psikologis kemampuan anak untuk menerima tes tertulis layaknya tes yang diberikan pada anak yang lebih besar masih sangat minim. Pelaksanaan asesmen pada anak diharapkan memberikan kontribusi bagi perkembangan anak selanjutnya, orangtua dan lingkungannya.

























DAFTAR PUSTAKA


Arikunto, Suharsimi. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. c. 11. Jakarta: Bumi Aksara, 1995.
_________. Evaluasi Program Pendidikan: Pedoman Teoritis Praktis Bagi Mahasiswa dan Praktisi Pendidikan. c. 2. Jakarta: Bumi Aksara, 2009
Departemen Pendidikan Nasional. Kerangka Dasar Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini. Diknas, Jakarta, 2007.
Departemen Pendidikan Nasional. Naskah Akademik Kajian Kebijakan Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini. Diknas, Jakarta, 2007.
Departemen Pendidikan Nasional. Kurikulum TK dan Ra: Standar Kompetensi. Diknas, Jakarta, 2004.
Fridani, Lara. Evaluasi Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka, 2008.
Hurlock, Elizabeth. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga, tt.
Patmonodewo, Soemiarti. Pendidikan Anak Prasekolah. c. 2. Jakarta: Rineka Cipta, 2003.
Syah, Muhibbin. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. c. 3. Bandung, Remaja RosdaKarya, 2007.
Winkel, WS. Psikologi Pengajaran. c. 6. Yogyakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Darma, 2004

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda